MandaProSakti-Memasuki Ramadhan hari ke 18-19, siswa-siswi MAN 2 Kota Probolinggo yang tergabung dalam organisasi Kader Lingkungan (Kaderling), Remaja Masjid (Remas) dan Pecinta Alam (Mandapala) kembali mengadakan Kegiatan Tahunan Kemah Dakwah Lingkungan (KDL). Kegiatan yang diikuti 78 siswa ini mengambil lokasi di Masjid Al Ikhlas, Mushola Al Maksum, Mushola An Nur (ketiganya di Kelurahan Pilang) dan Masjid Nabawi di Kelurahan Kanigaran kota Probolinggo. Tema yang diusung dalam Kemah Dakwah tahun 2026 yakni meningkatkan Iman, Membangun Ukhuwah dan Akhlak
Dalam pembukaan Kemah Dakwah Lingkungan, Bapak Abdul Ghofur, M.PdI selaku Kepala MAN 2 Kota Probolinggo berpesan untuk menjaga sikap, adab dalam kegiatan kemah yang berbaur dengan masyarakat umum serta menghindari sikap yang menimbulkan kesan negatif. Lebih lanjut beliau berharap Kemah Dakwah Lingkungan lancar, sukses dan barokah manfaat bagi masyarakat. M. Nurudin Roni selaku staf Kesiswaan menyampaikan saatnya siswa menerapkan ilmu yang selama ini dipelajari di MAN 2 Kota Probolinggo dan pondok pesantren di masyarakat. Ilmu baca tulis Al Qur’an, Fiqih dan Sejarah Kebudayaan Islam.
Diawali dengan pendampingan santri Taman Pendidikan Al Qur’an (TPQ), peserta Kemah Dakwah mendampingi bacaan Iqro, hafalan surat-surat Juz Ama, kisah Islami dan game/ quiz. Santri sangat antusias menjawab pertanyaan seputar Rukun Islam, rukun Iman, Thoharoh, doa-doa harian serta aqidah Akhlak. Kegiatan ditutup dengan pembagian Takjil berupa Nasi kotak bergizi kepada 100 santri dan 50 masyarakat sekitar. Selain itu sejumlah 100 paket Zakat Fitrah ( 3 kg beras premium) dibagikan kepada yang berhak menerimanya di lokasi sekitar 2 masjid dan 2 mushola.
Sholat Maghrib dan berbuka puasa dilaksanakan dengan suka cita dilanjutkan dengan sholat Isya dan taraweh. Tampil sebagai Imam sholat antara lain Adam (kls X K), Habibullah (kls XI B4) Maulana Vinza (klas XI B3) dan Haidar (klas XI A 3). Suasana malam hari yang syahdu diwarnai dengan taddarus 2-3 juz lantunan ayat suci Al Qur’an seolah setiap huruf bagaikan cahaya yang menembus hati, menyimpan nasehat, harapan, dan kasih sayang Allah untuk menuntun langkah manusia.
Nilai peduli lingkungan diwujudkan dengan penyerahan bibit pohon Tabebuya kepada pengurus dan takmir masjid dan mushola dengan harapan dapat menumbuhkan harapan pohon kehidupan penyedia oksigen dan menebar manfaat bagi umat.
Beberapa siswa menyampaikan kesan mendalam selama mengikuti Kemah Dakwah Lingkungan, salah satunya Vinza yang menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan “dakwah yang sesungguhnya oleh siswa ke masyarakat.” Amira selaku ketua panitia turut mengungkapkan rasa syukurnya, “Masya Allah, baru kali ini sebagai panitia kegiatan sebesar ini, Alhamdulillah panitia kompak dan masyarakat menyambut baik, excited banget.” Di sisi lain, Haidar merasa lega karena telah berhasil melaksanakan amanah menjadi Imam Shalat Tarawih di Mushola Al Maksum, sementara Rindu merasakan pengalaman berharga saat berbaur dengan warga dan menyadari bahwa “begini ya rasanya berbaur dengan masyarakat, ternyata kami bisa.” Antusiasme ini pun ditutup dengan permintaan dari Fajar yang berharap agar tahun depan mereka diajak kembali, “Tahun depan kami diajak lagi ya Bu… di mana pun tempatnya, bahkan kalau kami harus iuran, kami siap mengikuti Kemah Dakwah lagi.”
Pelaksanaan Kemah Dakwah Lingkungan tahun ini menyisakan kesan mendalam bagi seluruh peserta. Kegiatan yang memadukan pengabdian masyarakat dengan edukasi lingkungan ini dinilai menjadi sarana bagi siswa untuk terjun langsung merasakan dinamika sosial di tengah masyarakat.
