MandaProExist – Halaman MAN 2 Kota Probolinggo (MandaPro Exist) berubah menjadi lautan seragam rapi pada Sabtu pagi (3/1/2026). Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Probolinggo dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan upacara peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama Republik Indonesia ke-80. Dimulai tepat pukul 07.20 WIB, upacara berlangsung dengan suasana yang sangat khidmat dan penuh semangat kebersamaan.
Keberhasilan upacara ini tidak lepas dari peran aktif keluarga besar MAN 2 Kota Probolinggo. Serta dukungan penuh dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo, Bapak H. Didik Kurniawan, S.Ag., M.A. didampingi Kepala Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Probolinggo yang turut memantau proses latihan hingga persiapan sebelum upacara.
Sebagian besar dewan guru MandaPro Exist turun langsung bertindak sebagai petugas upacara. Suasana semakin semarak dengan penampilan Tim Paduan Suara (MandaPro Female Voice) yang terdiri dari ibu guru MAN 2, serta ketangkasan Tim Paskibra MandaPro Exist dalam mengibarkan bendera Merah Putih dengan sempurna.
Peserta upacara terdiri dari seluruh ASN di bawah naungan Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo, mulai dari satuan kerja madrasah hingga KUA. Kehadiran para tokoh lintas agama Kota Probolinggo juga menjadi simbol kuatnya kerukunan antarumat beragama di wilayah ini.
Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, Sp.OG(K)., M.Kes. Dalam amanatnya, beliau membacakan sambutan tertulis Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA.
Dalam sambutan tersebut, ditegaskan bahwa Kementerian Agama yang berdiri sejak 1946 merupakan kebutuhan nyata bangsa Indonesia yang majemuk.
“80 tahun perjalanan ini menegaskan bahwa Kementerian Agama didirikan sebagai penjaga nalar agama dalam bingkai kebangsaan,” ujar dr. Aminuddin saat membacakan pidato Menteri Agama.
Peringatan HAB ke-80 tahun ini mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju”. Pesan utama dari tema ini adalah bahwa kerukunan bukanlah sekadar ketiadaan konflik, melainkan sebuah energi kebangsaan.
Sinergi antara perbedaan identitas, keyakinan, dan latar belakang sosial diharapkan menjadi kekuatan kolaboratif yang nyata untuk mendorong kemajuan bangsa Indonesia ke depan. Melalui momentum upacara di MAN 2 Kota Probolinggo ini, semangat pengabdian dan kerukunan diharapkan terus tertanam di setiap insan kementerian agama.
