MAN 2 Kota Probolinggo Sukses Gelar Perayaan Implementasi KBC dalam Kegiatan Kokurikuler

Event

MandaProExist – MAN 2 Kota Probolinggo sukses menggelar puncak perayaan dan pameran hasil karya siswa sebagai penutup rangkaian kegiatan kokurikuler Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) bertema “Kearifan Lokal Sebagai Media Dakwah dan Cinta Tanah Air”. Kegiatan intensif yang berlangsung selama sembilan hari, sejak 8 hingga 16 Desember 2025, ini menjadi bukti nyata komitmen madrasah dalam mencetak generasi yang kompeten dan terampil.


Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Madrasah, Bapak Abd. Ghofur, M.Pd.I. Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa kokurikuler bukan sekadar kegiatan tambahan, melainkan jembatan penting bagi siswa kelas X untuk mengonversi teori di dalam kelas menjadi produk dan keterampilan nyata yang bermanfaat.


Acara puncak yang digelar pada Selasa (16/12) berlangsung meriah di dua titik utama: Halaman Madrasah dan Aula. Suasana semakin semarak dengan penampilan bakat siswa-siswi MAN 2 Kota Probolinggo, mulai dari atraksi silat yang memukau hingga penampilan menyanyi yang menghibur para pengunjung.

Pameran kreativitas siswa dibagi menjadi dua zona utama yakni Zona Digital dan Literasi bertempat di Aula menampilkan galeri poster kreatif dan penayangan video karya siswa. Setiap kelas melakukan presentasi untuk membedah konsep di balik karya digital mereka, menunjukkan penguasaan teknologi dan kemampuan komunikasi yang baik. Zona Produk dan Kewirausahaan bertempat di halaman madrasah menjadi pusat pameran produk fisik hasil olahan siswa. Berbagai inovasi kuliner dan minuman segar mencerminkan semangat kewirausahaan dan kemandirian siswa.

Implementasi KBC dalam kokurikuler ini bertujuan strategis untuk memperkuat kompetensi akademik sekaligus mengasah soft skills. Melalui kerja kelompok dalam menyelesaikan proyek, siswa tidak hanya belajar berinovasi, tetapi juga mempraktikkan nilai kolaborasi, tanggung jawab, dan kemandirian.

Dengan berakhirnya perayaan ini, diharapkan semangat inovasi dan kompetensi yang telah terbentuk dapat terus menjadi budaya belajar di lingkungan MAN 2 Kota Probolinggo