Karya “Batik Edelwais Bromo” Siswa MAN 2 Kota Probolinggo Tembus 10 Besar Lomba Desain Batik Futuristis 2026 dan Diwujudkan Brand Kokolivo
MandaProSakti – Azizul Hilmi Annasihah Prasetyo, siswa kelas XI B2 MAN 2 Kota Probolinggo, mengukir prestasi membanggakan dengan melaju ke babak 10 Besar (Finalis) dalam Lomba Desain Batik Futuristis pada Pagelaran Probolinggo Batik In Motion 2026. Karya desain bertajuk “Batik Edelwais Bromo” tersebut tidak hanya berhasil memikat juri, tetapi juga dipilih dan direalisasikan langsung menjadi rancangan busana oleh brand fasyen Kokolivo.
Proses perancangan motif batik dilakukan oleh Azizul secara intensif pada tanggal 3 hingga 13 Juli 2026. Setelah melalui tahap penilaian mendalam dari juri, Azizul resmi diumumkan masuk dalam jajaran 10 finalis terbaik pada 17 Juli 2026.
Istimewanya, motif “Batik Edelwais Bromo” ciptaan Azizul kemudian diwujudkan secara nyata menjadi busana batik elegan oleh desainer Livo Wijaya melalui brand Kokolivo untuk diperagakan pada puncak rangkaian Probolinggo Batik In Motion 2026. Kolaborasi ini menegaskan bahwa karya siswa madrasah memiliki nilai estetika tinggi dan layak masuk industri fasyen profesional.
Kepala MAN 2 Kota Probolinggo, Bapak Abd. Ghofur, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi yang mendalam atas pencapaian luar biasa ini. Beliau menekankan bahwa keberhasilan Azizul merupakan wujud nyata potensi besar yang dimiliki para siswa madrasah di bidang seni dan desain. “Kami sangat bangga atas pencapaian Azizul Hilmi Annasihah Prasetyo. Masuk dalam Top 10 Finalis tingkat kota dan karyanya dilirik hingga diwujudkan oleh brand sekelas Kokolivo merupakan prestasi yang sangat patut diapresiasi. Ini membuktikan bahwa siswa madrasah mampu memadukan ide futuristis dengan kearifan lokal Bromo secara harmonis. Semoga keberhasilan ini menjadi inspirasi dan pemicu motivasi bagi seluruh siswa MAN 2 Kota Probolinggo untuk terus berani berkarya, berinovasi, serta menorehkan prestasi di bidang masing-masing.”
Keberhasilan Azizul menembus jajaran desainer muda terbaik Kota Probolinggo tak lepas dari pengawalan dan bimbingan telaten sang guru pendamping, Ibu Dian Artika Permatasari, S.Pd., yang merupakan guru mata pelajaran Seni Budaya MAN 2 Kota Probolinggo. Sejak tahap penggalian ide, pengerjaan sketsa motif, hingga tahap penyelesaian desain, beliau terus memberikan arahan teknis dan dorongan moral.





