MandaProSakti – Riuh rendah semangat kesenian kembali bergelora di ujung pesisir utara. Kelompok seni Teater Hulu MAN 2 Kota Probolinggo sukses menggelar acara PANTURA yang menjadi panggung pembuktian bagi para anggotanya. Mengusung tema “Satu Panggung, Membangun Kekompakan dan Kedisiplinan”, acara ini menjadi momentum penting dalam memperkuat karakter dan solidaritas antar-anggota teater.
Rangkaian kegiatan dimulai sejak siang hari dengan persiapan intensif. Tepat pukul 15.30 WIB, acara dibuka secara resmi setelah prosesi registrasi peserta. Kepala MAN 2 Kota Probolinggo, Bapak Abd. Ghofur, S.Ag, M.Pd.I, hadir memberikan sambutan sekaligus membuka acara secara simbolis. Beliau menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi siswa dalam melestarikan seni dan budaya sebagai media ekspresi diri yang positif di lingkungan madrasah.
Puncak acara yang dinantikan adalah pementasan drama berjudul “LORONG” karya Phutut Bukhori. Dimulai pada pukul 16.00 WIB, panggung seketika berubah menjadi potret perkampungan kumuh yang berdebu namun penuh kehidupan. Lakon ini menceritakan tentang perjuangan orang-orang pinggiran yang menggantungkan hidup pada kerja keras demi menyambung napas.
Ketegangan mulai memuncak saat ketenangan mereka terusik oleh rencana pembangunan tempat wisata yang mengancam tanah tempat mereka berpijak. Suasana berubah mencekam saat satu demi satu kebenaran mulai terungkap, membawa penonton masuk ke dalam “lorong” kegelapan yang penuh ancaman dan rahasia terkubur. Dialog-dialog jujur dan gerak yang emosional berhasil menyentuh hati para penonton, mencerminkan hasil proses panjang, tawa, dan kerja keras seluruh tim Teater Hulu.
Usai pertunjukan yang memukau selama satu jam, acara dilanjutkan dengan pengumuman pemenang sebagai bentuk apresiasi atas bakat-bakat terbaik yang muncul selama proses pementasan. Selain itu, Teater Hulu juga memberikan penghormatan kepada para senior melalui penyerahan sertifikat demisioner. Sesi ini menjadi momen emosional yang menandai regenerasi kepengurusan organisasi.
Kegiatan PANTURA resmi berakhir pada pukul 17.50 WIB dengan penuh kesan. Melalui panggung ini, Teater Hulu tidak hanya mempersembahkan sebuah tontonan, tetapi juga menyampaikan pesan mendalam tentang realitas kehidupan dan pentingnya menjaga kekompakan dalam menghadapi setiap ancaman yang datang.
“Salam Seni dan Budaya!”
