MandaProExist-Aula MAN 2 Kota Probolinggo menjadi pusat penguatan mutu pendidikan melalui kegiatan “Peningkatan Kualitas Pengelolaan Madrasah Jenjang Aliyah (MA)” dilingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo hari ini (21/01/26). Acara ini dihadiri langsung oleh Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, Dr. Akhmad Sruji Bahtiar, M.Pd.I. Turut mendampingi, Kepala Kantor Kemenag Kota Probolinggo, Didik Kurniawan, S.Ag., M.A., beserta jajaran Kasubag TU, para Kasi, serta seluruh Kepala MA Negeri maupun Swasta se-Kota Probolinggo. Kehadiran para Kepala Tata Usaha, guru, dan staf karyawan MAN 2 Kota Probolinggo pun turut menyemarakkan suasana.
Kegiatan diawali dengan khidmat melalui pembukaan dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta Mars Madrasah. Dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Kasubag TU Kankemenag Kota Probolinggo, Bapak Ahmad Zaini, M.Pd.I. Memasuki agenda inti yakni sambutan selamat datang oleh Kepala Kankemenag Kota Probolinggo Bapak Didik Kurniawan, S.Ag., M.A. dilanjutkan dengan prosesi penting yakni Penandatanganan Pakta Integritas.
Penandatanganan komitmen ini dilakukan oleh Kepala Mdrasah dan Kepala Tata Usaha (Ka. TU) dari MAN 1, MAN 2, dan MTsN Kota Probolinggo. Langkah ini merupakan simbol keseriusan dalam menjaga profesionalitas dan integritas dalam pengelolaan lembaga pendidikan di bawah naungan Kemenag Kota Probolinggo.
Dalam sesi pembinaan, Dr. Akhmad Sruji Bahtiar memberikan pesan mendalam bagi para pemimpin lembaga pendidikan. Beliau menekankan bahwa menjadi Kepala Madrasah yang kompeten dan berintegritas saja tidaklah cukup di era sekarang.
Berikut adalah poin-poin utama amanah yang disampaikan:
- Visi dan “Kegilaan” Positif: Menjadi Kepala Madrasah memerlukan keberanian untuk berpikir out of the box dan memiliki semangat yang tidak pernah padam.
- Keberanian Mengambil Risiko: Pemimpin yang sukses adalah mereka yang berani mencoba hal baru, tegak menghadapi tantangan, dan siap mengambil keputusan sulit demi kemajuan madrasah.
- Keseimbangan Rasionalitas: Meski didorong oleh “kegilaan” inovasi, seorang pemimpin wajib menyeimbangkannya dengan kebijaksanaan, keadilan, dan kontrol emosi agar tetap berada pada jalur yang benar.
Kegiatan ini diharapkan mampu memicu semangat baru bagi para pengelola madrasah di Kota Probolinggo untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola pendidikan yang lebih modern dan kompetitif.
