Kakanwil Kemenag Jatim: “Jadilah ASN yang Memiliki Qolbun Salim dan Empati Tinggi”

Event

MandaProSakti – Rangkaian kunjungan kerja Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr. Akhmad Sruji Bahtiar, M.Pd.I, di Kota Probolinggo berlanjut dengan agenda Pembinaan ASN yang berlangsung khidmat di Aula MAN 2 Kota Probolinggo. Acara ini digelar sesaat setelah prosesi peletakan batu pertama gedung SBSN di lokasi yang sama.

Acara pembinaan ini dihadiri oleh Kepala Kankemenag Kota Probolinggo, Bapak Didik Kurniawan, S.Ag., M.A., jajaran Kasi, Kepala Satker, Kepala KUA, serta jajaran Kepala TU, Waka, dan staf dari masing-masing satuan kerja di lingkungan Kemenag Kota Probolinggo.

Kegiatan dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Madrasah yang membangkitkan semangat integritas. Dalam sambutan selamat datangnya, Kakankemenag Kota Probolinggo, Bapak Didik Kurniawan, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kakanwil dan melaporkan kesiapan seluruh elemen Kemenag Kota Probolinggo dalam menjalankan program strategis lembaga.

Dalam inti pembinaan, Dr. Akhmad Sruji Bahtiar memberikan pesan menyentuh mengenai pentingnya kualitas mentalitas seorang ASN. Beliau menekankan bahwa profesionalisme tidak hanya soal teknis, tetapi juga soal hati.

1. Menjaga Kesucian Hati (Qolbun Salim)

Beliau mengajak seluruh ASN untuk membersihkan diri dari penyakit hati seperti hasad (dengki), iri, dan ujub (bangga diri berlebihan).

“Orang yang bermanfaat diibaratkan seperti makanan yang higienis; ia akan selalu dicari karena memberikan kesehatan dan kebaikan. Untuk menjadi pribadi yang dicari karena manfaatnya, kita harus memiliki qolbun salim atau hati yang bersih,” tegas Kakanwil.

2. Empati Intelektual dan Emosional

Kakanwil menekankan bahwa ASN Kemenag harus memiliki dua jenis empati dalam melayani masyarakat:

  1. Empati Intelektual: Memahami kebutuhan masyarakat dengan logika dan aturan yang benar.
  2. Empati Emosional: Merasakan apa yang dirasakan masyarakat sehingga pelayanan diberikan dengan tulus hati.

3. Melayani dengan Ketulusan

Secara khusus, beliau berpesan kepada jajaran pendidik untuk memberikan pelayanan terbaik bagi siswa-siswi yang telah memercayakan masa depannya di madrasah. Beliau mengajak para pimpinan untuk mengubah pola kepemimpinan dari sekadar “menyuruh” menjadi “mengajak”.

Menutup arahannya, Dr. Akhmad Sruji Bahtiar mengingatkan bahwa keseimbangan antara kompetensi teknis dan kompetensi mentalitas adalah kunci sukses ASN. Selama Allah masih memberikan kesempatan dan amanah jabatan, setiap detik harus dipergunakan untuk menebar manfaat tanpa menyia-nyiakannya.

“Mari kita jadikan pengabdian ini sebagai ladang ibadah. Selama Allah memberikan kesempatan, jangan pernah disia-siakan untuk berbuat baik dan bermanfaat,” pungkasnya.